Laporan keuangan membantu pembaca menghubungkan sumber daya perusahaan, hasil kegiatan, dan perubahan dananya. Membaca satu angka saja dapat menyesatkan, terutama jika periode, kebijakan pencatatan, atau catatan penjelasnya diabaikan.
Komponen yang disusun bergantung pada standar dan kebutuhan pelaporan yang berlaku bagi entitas. Penjelasan berikut mengenalkan fungsi beberapa laporan; jangan menganggap semua usaha memakai susunan dan tingkat pengungkapan yang sama.
Laporan posisi keuangan: kondisi pada suatu tanggal
Laporan ini memperlihatkan aset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal pelaporan. Saat membacanya, perhatikan komposisi sumber daya dan kewajiban, bukan hanya total aset. Saldo kas, tagihan pelanggan, persediaan, atau aset tetap mempunyai karakter yang berbeda dan perlu dipahami bersama penjelasannya.
Pertanyaan awal: apakah ada saldo besar yang belum dijelaskan, apakah tagihan dapat ditelusuri, dan apakah perubahan terhadap periode pembanding masuk akal?
Laporan laba rugi: hasil selama satu periode
Laporan laba rugi membantu menjelaskan pendapatan dan beban pada periode tertentu. Periksa apakah periode yang dibandingkan sama panjang dan apakah ada kejadian yang tidak rutin. Kenaikan pendapatan tidak cukup untuk menilai keseluruhan hasil jika biaya dan konteks transaksi tidak dibaca.
Laba juga tidak identik dengan uang yang tersedia. Misalnya, transaksi penjualan dan penerimaan pembayarannya dapat terjadi pada waktu berbeda. Penjelasan ini perlu ditelusuri melalui catatan transaksi dan laporan lain yang relevan.
Laporan arus kas: pergerakan dana
Jika disajikan dalam paket laporan yang digunakan, laporan arus kas membantu memahami penerimaan dan pengeluaran kas. Bandingkan pergerakan dana dengan kegiatan usaha dan perubahan saldo. Pembelian aset, pendanaan, dan transaksi operasional perlu dipahami sesuai klasifikasi yang digunakan dalam pelaporan.
Perubahan ekuitas dan catatan penjelas
Perubahan ekuitas membantu menjelaskan pergerakan kepentingan pemilik selama periode, termasuk dampak hasil usaha dan transaksi pemilik yang relevan. Catatan atas laporan keuangan menerangkan kebijakan serta rincian yang diperlukan untuk memahami angka utama.
Jangan melewati catatan ketika ada saldo atau perubahan yang belum dipahami. Dua angka dengan nama akun serupa belum tentu dapat dibandingkan tanpa mengetahui dasar penyajiannya.
Kerangka pelaporan dapat berbeda
Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan komponen laporan dalam PSAK 201 tentang penyajian laporan keuangan. Untuk entitas yang menggunakan SAK EMKM, contoh penyajian IAI memuat laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Lihat contoh ilustratif SAK EMKM. Pemilihan kerangka yang tepat perlu ditinjau sesuai kondisi entitas.
Checklist sebelum memakai angka laporan
- Pastikan nama entitas, periode, mata uang, dan versi laporan.
- Bandingkan periode dan dasar penyajian yang sepadan.
- Baca catatan untuk saldo atau perubahan yang signifikan.
- Pisahkan data yang telah diperiksa dari penjelasan yang masih menunggu bukti.
- Catat pertanyaan dan tindak lanjut sebelum membuat keputusan.
Untuk kebutuhan penyusunan dan penjelasan hasil pelaporan, lihat layanan penyusunan laporan keuangan. Jika dokumen dasarnya belum tertata, mulai dari checklist dokumen pembukuan.